431 Kilogram, Satu Biji Jatuh dalam Satu Waktu

431 Kilogram, Satu Biji Jatuh dalam Satu Waktu
Rantai nilai tamanu

431 Kilogram, Satu Biji Jatuh dalam Satu Waktu

Dari biji yang terkumpul, tumbuh rutinitas, mutu, dan kepercayaan bersama.

Tegakan hutan tamanu Karangduwur

Sejak Mei 2026, koperasi membeli biji tamanu kering langsung dari pengumpul di Karangduwur. Total terverifikasi mencapai 431 kilogram. Nilainya bukan hanya pada berat, tetapi pada cara bahan itu terkumpul: sedikit demi sedikit, dari biji matang yang jatuh alami di bawah tegakan tamanu.

Setiap penyerahan ditimbang dan dicatat. Bagi koperasi, kegiatan ini memiliki dua fungsi sekaligus: membangun stok bahan baku yang dapat ditelusuri dan menyalurkan pendapatan langsung kepada rumah tangga pengumpul. Hutan tidak diperlakukan sebagai tambang kayu, melainkan sebagai aset hidup yang terus menghasilkan selama pohon tetap berdiri.

Setelah terkumpul, biji melewati pengeringan di solar drying dome, pemecahan dengan alat berbasis tuas, dan evaluasi mutu sebelum pengepresan. Fase ini merupakan persiapan sampel dan pembuktian kemampuan proses. Koperasi memilih menata ketepatan, kebersihan, kadar air, dan pencatatan sebelum mengejar volume yang besar.

431 kilogram adalah titik awal yang terukur. Di baliknya ada hutan yang tetap tegak, pengetahuan pascapanen yang terus diperbaiki, dan anggota yang sedang membangun kepercayaan pasar melalui disiplin sehari-hari.

Catatan lapangan Koperasi Produsen Sinergi Mekarsari Lestari

Kembali ke Cerita & kegiatan